Kicauan burung gereja yang terdengar dari luar jendela dan cahaya mentari pagi yang menerobos di sela- sela jendela kamar, seakan memberi kehangatannya di pagi hari. Gladys itulah namanya, ia anak yang ceria, ia selalu tersenyum,ia juga anak yang pintar, teman- temannya banyak yang menyukainya, tapi sayang ia tidak seberuntung teman- temannya, gladys mengidap kangker otak stadium 4 sejak ia berumur 12 tahun, gladys sudah berobat ke berbagai rumah sakit, tapi belum ada yang bisa menyembuhkan kangker gadis cantik ini. walaupun hidupnya tidak seberuntung yang lain, ia masih bisa tersenyum dan masih mempunya semangat yang tinggi.
Gadis cantik berambut hitam panjang mulai terbangun akan gangguan dari cahaya matahari, ia mulai menggelutkan badannya di atas kasur sambil melihat jam yang berada tepat di samping tempat tidurnya, gadis yang masih duduk di bangku 3 SMA mulai terkejut melihat jarum jam sudah di angka 7.20 itu tandanya ia telat masuk sekolah, lalu ia langsung bangun dan berlari ke arah kamar mandi seakan di kejar hewan buas, gladys bergegas untuk keluar dari kamar menuju ke ruang tamu untuk berpamitan kepada orang tuanya, "mah-pah, gladys berangkat ya" ucap gadis manis ini, "sarapan dulu dys!!" jawab ibunya,,"gaaakkkkk mah, glady udah telat, nanti aja di sekolah" teriak gladys sambil berlari ke arah mobil, "ayo pak asep kita berangkat" ujar gladys kepada supirnya, "baik non" jawab pak asep.
Sesampainya di sekeloh, gladys langsung cepat- cepat lari mengejar pintu gerbang sekolah yang hampir di tutup,"tunggu- tunggu paaak" teriak gladys kepada satpam penjaga sekolah" larilah gladys ke dalam kelas, bersyukurlah gladys karna gurunya belum masuk jadi ia bebas dari hukuman
Waktupun terus berputar, dan jarum jam menunjuk ke arah jam sebelas siang, dimana jam istirahat sekolah tiba, gladys pun mulai keluar dari kelas bersama temannya,di saat gladys sedang bercerita dengan temannya, terdengar suara laki- laki yang berteriak "dysss!!" dari arah belakangnya, saat gladys menoleh kebelakang ternyata yang memanggil gladys itu ricky, ricky adalah pacarnya gladys dari kelas 1 SMA, mreka bertemu saat acara masa orientasi sekolah (MOS),"hi! dys, kamu mau ke kantin? " tanya ricky" "iya ky" jawab gladys, "mau ke kantin sama aku ga dys? "dengan senang hati ky" jawab gladys.
dan mreka berduapun berjalan ke arah kantin, sambil bercerita film kesukaan mreka berdua. sampai di kantin ricky memesan makanan kesukaan gladys.
bel masuk kelaspum berbunyi, gladys dan ricky beranjak memasuki kelas masing- masing, " nanti pulangnya aku anter ya dys" ucap ricky, " iya ky" jawab si gadis senyum manis.
detik demi detik terlewati jam pulangpun mulai datang,, gseperti biasa gladys selalu di jemput oleh pak asep, karna gladys sudah janji dengan ricky, gadyspun meminta pak asep pulang duluan, "pak asep, pulang duluan aja ya!" "loh knp non? " tanya pak asep dengan muka kebingungan, "saya pulang dengan ricky pak, saya sudah janji dengannya" ucap gladys, karna ricky terkenal baik di keluarga gladys, pak asep mengikuti permintaan gladys, " baik non, kalau non sama den ricky, pak asep pulang duluan ya,non hati-hati" pak asep sudah menggap gladys seperti anaknya sendiri, ia sangat menyayangi gladys,maka itu pak asep ikut khawatir dengan keadaan gladys, "baik pak" jawab gladys.
saat pak asep beranjak pulang, rickypun menghampiri gladys dengan senyuman bahagia, ricky menggenggam tangan gladys erat-erat seakan tidak ingin lepas darinya, di ajaklah gladys ke parkiran motor.
dalam perjalanan pulang, gladys merasa sakit kepalanya, tetapi ia tidak ingin melihat senyumnya ricky berubah menjadi kekhawatiran, gladyspun menahan rasa sakitnya, hingga ia berkata " ky, sebelum pulang kita mampir ke pantai dulu ya, aku ingin sekali ke pantai" ucap gladys,yang di fikir ricky gladys sehat- sehat saja, rickypun menuruti permintaan gladys " iya sayang" jawab ricky.
sesampainya di pantai, gladys duduk di samping ricky dan berkata " ricky sayang, jika nanti aku tidak ada di dunia ini, kamu jangan sedih ya, kamu harus tetap semangat, jalani hari- harimu seperti biasa, walapun aku tidak ada di dunia ini, aku akan selalu ada di hati mu." rickypun mulai terkejut dan bingung apa maksud dari pembicaraan gladys, karena ricky tidak pernah tau kalau gladys mempunyai kangker otak stadium 4, bertanyalah ricky dengan penuh kebingungan " kenapa kamu bicara seperti itu dys? apa yang terjadi pada dirimu? " tidak terjadi apa-apa, aku tidak ingin kamu sedih sedikitpun, tetaplah tersenyum untuk ku dan sekitarmu" jawab gladys, " iya aku akan tetap tersenyum untuk mu, aku sayang kamu gladys" jawab ricky dengan tetesan air matanya, gladys mulai tidak kuat untuk menahan sakit kepalanya, lalu perlahan- lahan gladys menutup matanya, sambil tersenyum mendengar omongan ricky yang terakhir kalinya. ricky mulai panik melihat gladys menutup matanya begitu saja, ricky mencoba mencari bantuan untuk membawa gladys ke rumah sakit terdekat, tetapi sayang, gladys tidak terselamatkan, gladys tlah pergi meninggalkan ricky dan orang tuanya.
sebelum jasad gladys di bawa pulang, ricky bertanya kepada ibunya," apa yang terjadi kepada gladys selama ini?kenapa ricky tidak mengetahui ada tanda- tanda sakit pada gladys?
ibupun menjawab " ricky, ibu minta maaf sudah menyembunyin ini semua, karna permintaan gladys untuk di rahasiakan dari siapapun, jadi ibu terpaksa harus menyembunyikan ini semua dari mu, waktu gladys berumur 12 tahun, ia terkena kangker otak, ibu sudah ke rumah sakit dimana-mana tapi tidak ada yang bisa menyembuhkan gladys, saat dia kelas 2 SMA, pulang dari sekolah,ia pingsan, ibu membawanya ke rumah sakit, dan dokter bilang kalau gladys mengidap kangker otak stadium 4, ibu sudah putus asan harus bawa gladys kemana, gladyspun sudah tidak ingin berobat lagi, ibu sedih melihat anak ibu menahan sakit di dalam dirinya, karna keceriaan gladys membuat ibu semangat, ibu percaya gladys kuat dengan semua ini.". rickypun memeluk ibu gladys dengan sangat kuat, sambil meneteskan air mata kekesalan pada dirinya yang tidak mengetahui apa- apa tentang gladys, orang yang di cintainya.
waktu terus berputar, dan jasad gladyspun mulai di bawa ke rumah duka, ricky dan keluarga gladys merasa terpukul kehilangan sosok bidadari, keceriaan gladys, semua hilang begitu saja " semua telah terjadi " "aku menyesalinya" ujar ricky dalam hatinya dan dari matanya yang layu mengalir air yang bermuara di dagu lancipnya, tak lama kemudian kristal-kristar dari langitpun turun seperti mengerti akan apa yang di rasakan ricky dan keluarganya gladys.
Meskipun kamu sudah tidak ada di dunia ini dys, aku akan tetap mencintai mu, karna kamu bagaikan malaikat cinta ku, aku sangat mencintai mu.
Hujan berhenti dan sang pelangi kini menemani dan cahaya yang hangat, warna yang indah menemani tiap langkah ricky sambil meninggalkan pemakaman gladys, ricky berkata " AKU MENCINTAI MU DYS, TIDURLAH DALAM KEDAMAIAN,AKU AKAN SELALU ADA DI HATI MU".
_AND_
Creat : Emelia desriyanti
Kasihan ibu nya gladys..
BalasHapusKasihan ibu nya gladys..
BalasHapus