Rabu, 30 Oktober 2013

rangkuman softskill bab 1-4 (SIA)


RANGKUMAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

NAMA : emelia desriyanti
NPM : 32111424
KELAS : 3db17



BAB 1; Mengenal Sistem Informasi Akuntansi

Lingkup system informasi akuntansi
System informasi akuntansi adalah suatu subsistem dari  SIM yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, juga informasi lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi. Contoh, jumlah jam kerjankaryawan bisa penting untuk penjadwalan produksi maupun akuntansi penggajian. Tingkat upah dan jumlah potongan bisa penting untuk personalia dan juga akuntan.

Penggunaan system informasi akuntansi
Apa yang dikerjakan SIA dan memberikan lima macam penggunaan informasi akuntansi, yaitu :
1.      Membuat laporan eksternal
Laporan jenis ini mengikuti suatu struktur yang ditetapkan oleh organisasi organsisasi seperti Financial Accounting Standards Board---FASB (Dewan STandar Akuntansi Keuangan AS). Oleh karena bentuk dan isi yang di tetapkan untuk \laporan laporan ini secara  relative tetap dan sama untuk banyak organsisasi, para pemasuk peranti lunak akuntansi yang mengotomatisasikan sebagian besar proses pelaporan. Hasilnya, laporan laporan eksternal dapat dihasilkan dengan jauh lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan dengan dimasa lalu.
2.      Mendukung Aktifitas Rutin
Para manajer memerlukan satu system infomtasi akuntansi untuk menangani operasi rutin sepanjang siklus operasi perusahaan itu. Seperti scanner untuk memindai kode produk, meningkatkan efisiensi dan proses bisnis.
3.      Mendukung Pengambilan Keputusan
Misalnya, mengetahui produk produk yang penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling banyak melakukan pembelian. Informasi ini sangat penting untuk merencanakan produk baru, memutuskan produk produk apa yang harus ada di persediaan, dan memasarkan produk kepada parqa pelanggan.
4.      Perencanaan dan Pengendalian
Para perencana dapat menggunakan data mining (penggalian data dengan menggunakan peranti lunak untuk mencari oenyimpanan yang besar sari data historis) untuk mengungkapkan tren jangka panjang.
5.      Menerapkan Pengendalian Internal
Pengendalian iternal mencakup kebijakan, prosedur, dan system informasi yang digunakan untuk melindungi asset aste perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk meme;ihara keakuratan data keuangan. Contoh, menggunakan kata sandi atau password untuk mencegah individu lain memiliki akses ke format data entri dan laporan yang tidak diperlukan.


Aplikasi dan Peranti Lunak Akuntansi
Aplikasi-aplikasi akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Contoh, aplikasi siklus perolehan membantu para pengguna menentukan apa dan dan kapan untuk membeli, membuar pesanan pembelian, mencatat faktur p-embelian, dll. Interaksi antara system informasi  akuntansi dan seorang pengguna terdiri atas;
1.      Pencatatan kejadian
2.      Pengentrian informasi tentang pemasok
3.      Pencetakan dokumen
4.      Pencetakan laporan
5.      Pelaksanaan permintaan informasi khusus untuk suatu maksud.

Peran Akuntan dalam Hubunngannya dengan SIA
1.      Akuntan Sebagai Pengguna
2.      Akuntan Sebagai Manajer
3.      Akuntan Sebagai Konsultan
4.      Akuntan Sebagai Evaluator
 Akuntan menyediakan jasa evaluasi yang berokus pada system informasi akuntansi. Antara lain; Auditor Internal, Auditor Eksternal, Peran Evaluatif lainnya.
5.      Akuntan Sebagai Penyedia Jasa AKuntansi dan Perpajakan.







BAB 2; PROSES BISNIS DAN DATA SIA

PROSES DAN KEJADIAN BISNIS
            Proses bisnis merupakan seperangkat aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan, serta menjual barang dan jasa. Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus transaksi utama:
-          Siklus Pemerolehan/pembelian
-          Siklus Konversi
-          Siklus Pendapatan




PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN DALAM PROSES BISNIS

Pedoman Mengakui Kejadian
1.      Kenali kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam sebuiah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
2.      Abaikan aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan suatu agen internal.
3.      Kenali suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal le agen yang lain
4.      Kenali kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/diinterupsi dan dilanjurkan kemudian oleh agen internal yang sama. Setelah interupsi, seseorang diluar organisasi atau prose situ mungkin memulai proses tersebut. Sebagai alternative, prose situ dapat dilanjutkan pada suatuwaktu yang sudah dijadwalkan.
5.      Gunakan satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.

PENGORGANISASIAN DATA DALAM SIA
Sistem Manual untuk Siklus Pendapatan dan Buku Besar;
1.      Kejadian yang mempengaruhi buku besar
2.      Pengorganisasian data dengan menggunakan dokumen sumber, jurnal, dan buku besar.


JENIS JENIS FILE DAN DATA
Dua jenis penting dari file data adalah: nfile induk dan file transaksi.
1.      File Induk
Ciri ciri file induk;
-          File induk menyimpan data yang relative permanen. Contohnya:
a.      File persediaan
b.      File pelanggan
c.       File karyawan
-          File induk tidak menyediakan perincian mengenai transaksi individual
-          Data yang disimpan dapat memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan.
a.      Data acuan adalah data deksriptif yang relative permanen dan tidak diperngaruhi oleh transaksi.
b.      Data ringkasan diubah ketika kejadian, seperti pesanan dan pengiriman terjadi.
SIA biasanya berisi file induk mengenai tiga jenis entitas: barang dan jasa, agen agen eksternal, dan agen agen internal.

2.      File Transaksi
Cirri cirri file transaksi :
-          File transaksi menyimpan data tentang kejadian. Contoh:
a.      Pesanan
b.      Pengiriman
c.       Penagihan kas
-          File transaksi biasanya mencakup suatu field untk tanggal transaksi.
-          File transaksi biasanya mencakup informasi kuantitas dan harga.
-          Ingat bahwa kejadian berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan pemerolehan.

KEJADIAN DAN AKTIVITAS
Tiga jenis aktivitas yang akan membantu memahami SIA:
-          Pencatatan
-          Pembaruan
-          Pemeilharaan file





BAB 3; MENDOKUMENTASIKAN SISTEM AKUNTANSI

Diagram Aktivitas UML
             
Diagram aktivitas UML dan peta mempunyai beberapa karakteristik umum, yaitu:
-          Peta maupun diagram aktifitas menyediakan representasi informasi grafis yang lebih mudah dipahami dibandingkan dengan urutan naratif
-          Diagram aktivitas menggunakan lambing standar untuk menunjukksn berbagai unsur dari suatu proses bisnis.
-          Peta dan diagram aktivitas dibuat oleh ahlinya tapi tetap bisa dibaca oleh para pemakai dengan sedikit pelatihan
-          Dapat menyediakan gambaran tingkat tinggi, seperti halnya juga yang tingkat rendah.



Overview Activity Diagram dan Diagram Detailed Activity
Organisasi diagram aktivitas ada dua jenis, yaitu:
-          Overview Diagram : menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian kejadian penting, urutan uirutan kejadian, dan aliran informasi antar kejadian
-          Detailed Diagram: sama dengan peta dari sebuah kota, menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubugan dengan satu atau dua kejadian yang ditunjukkan pada overview diagram








BAB 4; MENGIDENTIFIKASI RESIKO DAN PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS

Pengendalian Internal dan Peran Akuntan
            Pengendalian internal adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya yang dirancang untuik memberikan kepastian yang beralaskan terkait dengan pencapaian sasaran katagori sebagai berikut: evektifitas dan efesiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku. Berikut merupkan sebagian pemahaman yang baik mengenai pengendalian internal:
-          Tanggung jawab manajer atas pengendalian internal mengharuskan manajemen untuk membuat sebuah pertanyaan  yang menjelaskan dan menilai system pengendalian internal perusahaan.
-          Pengguna juga harus memahami pengendalian internal perusahaan  sehingga dapat diterapkan dengan tepat.
-          Akuntan juga memiliki peran penting sebagai perancang prosedur pengendalian internal yang mendorong ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan.
-          Auditor internal dan auditor eksternal harus memahami system pengendalian internal. Auditor internal memainkan peran oenting dalam mengembangkan laporan manajemen. Auditor eksternal memahami pengendalian internal


Kerangka Kerja dalam Mempelajari Pengendalian Internal : Komponen dan Sasaran Pengendalian Internal

1.      Komponen Pengendalian Internal
2.      Sasaran Pengendalian Internal, mencakup:
-           efektivitas dan efesiensi  operasi
-          Keandalan pelaporan keuangan
-          Ketaatan terhadap hokum dan peraturan yang berlaku.


Penentuan Resiko
1.      Penentuan Resiko Pelaksanaan: Siklus Pendapatan
Resiko pelaksanaan mencakup resiko tidak tepatnya pelaksanaan transaksi.
2.      Penentuan Resiko Pelaksanaan: Siklus Pemerolehan
3.      Peneitian Resiko Sistem Informasi, meliputi :
-          Pencatatan resiko
-          Memperbarui resiko
-          Memvisualisasikan resiko pencatatan dalam system informasi terkomputerisasi
-          Mengidentifikasi resiko pembaruan
-           
Pencatatan dan Pembaruan di Sistem Buku Besar
1.      Resiko dalam Mencatat dan Memperbarui Informasi padqa Sistem Buku Besar
Salah satu resiko adalah bahwa akun buku besar salah dicatat dan bahwa jumlah debit kredit  bisa saja salah.
2.      Resiko Pengendalian
Evaluator harus memperhatikan cara cara untuk mengendalikan resiko. Perusahaan biasanya meminta bantuan akuntan, auditor ksternal, atau auditor internal untuk mengevaluasi pengendalian dan meminta pendapat pengendalian tambahan jika diperlukan.



Aktivitas Pengendalian
            Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi resiko dalam rangka mencapai tujuan organsisasi.
1.      Pengendalian Arus Kerja
-          Pemisah Tugas
-          Penggunaan Informasi Mengenai Kejadian sebelumnya untuk Mengendalikan Aktivitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar