RANGKUMAN SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI
NAMA : emelia desriyanti
NPM : 32111424
KELAS : 3db17
BAB 1; Mengenal Sistem Informasi Akuntansi
Lingkup system informasi akuntansi
System
informasi akuntansi adalah suatu subsistem dari
SIM yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan, juga informasi
lain yang diperoleh dari pengolahan rutin atas transaksi akuntansi. Contoh,
jumlah jam kerjankaryawan bisa penting untuk penjadwalan produksi maupun
akuntansi penggajian. Tingkat upah dan jumlah potongan bisa penting untuk
personalia dan juga akuntan.
Penggunaan system informasi akuntansi
Apa
yang dikerjakan SIA dan memberikan lima macam penggunaan informasi akuntansi,
yaitu :
1.
Membuat laporan eksternal
Laporan
jenis ini mengikuti suatu struktur yang ditetapkan oleh organisasi organsisasi
seperti Financial Accounting Standards Board---FASB (Dewan STandar Akuntansi
Keuangan AS). Oleh karena bentuk dan isi yang di tetapkan untuk \laporan
laporan ini secara relative tetap dan
sama untuk banyak organsisasi, para pemasuk peranti lunak akuntansi yang
mengotomatisasikan sebagian besar proses pelaporan. Hasilnya, laporan laporan
eksternal dapat dihasilkan dengan jauh lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan
dengan dimasa lalu.
2.
Mendukung Aktifitas Rutin
Para
manajer memerlukan satu system infomtasi akuntansi untuk menangani operasi
rutin sepanjang siklus operasi perusahaan itu. Seperti scanner untuk memindai
kode produk, meningkatkan efisiensi dan proses bisnis.
3.
Mendukung Pengambilan Keputusan
Misalnya,
mengetahui produk produk yang penjualannya bagus dan pelanggan mana yang paling
banyak melakukan pembelian. Informasi ini sangat penting untuk merencanakan
produk baru, memutuskan produk produk apa yang harus ada di persediaan, dan
memasarkan produk kepada parqa pelanggan.
4.
Perencanaan dan Pengendalian
Para
perencana dapat menggunakan data mining (penggalian data dengan menggunakan
peranti lunak untuk mencari oenyimpanan yang besar sari data historis) untuk
mengungkapkan tren jangka panjang.
5.
Menerapkan Pengendalian Internal
Pengendalian
iternal mencakup kebijakan, prosedur, dan system informasi yang digunakan untuk
melindungi asset aste perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk
meme;ihara keakuratan data keuangan. Contoh, menggunakan kata sandi atau
password untuk mencegah individu lain memiliki akses ke format data entri dan
laporan yang tidak diperlukan.
Aplikasi dan Peranti Lunak Akuntansi
Aplikasi-aplikasi
akuntansi dikelompokkan menurut siklus transaksi. Contoh, aplikasi siklus
perolehan membantu para pengguna menentukan apa dan dan kapan untuk membeli,
membuar pesanan pembelian, mencatat faktur p-embelian, dll. Interaksi antara
system informasi akuntansi dan seorang
pengguna terdiri atas;
1. Pencatatan kejadian
2. Pengentrian informasi
tentang pemasok
3. Pencetakan dokumen
4. Pencetakan laporan
5. Pelaksanaan permintaan
informasi khusus untuk suatu maksud.
Peran Akuntan dalam Hubunngannya dengan SIA
1. Akuntan Sebagai Pengguna
2. Akuntan Sebagai Manajer
3. Akuntan Sebagai Konsultan
4. Akuntan Sebagai Evaluator
Akuntan
menyediakan jasa evaluasi yang berokus pada system informasi akuntansi. Antara
lain; Auditor Internal, Auditor Eksternal, Peran Evaluatif lainnya.
5. Akuntan Sebagai Penyedia
Jasa AKuntansi dan Perpajakan.
BAB
2; PROSES BISNIS DAN DATA SIA
PROSES DAN KEJADIAN BISNIS
Proses bisnis merupakan seperangkat
aktivitas yang dilakukan oleh suatu bisnis untuk memperoleh, menghasilkan,
serta menjual barang dan jasa. Proses bisnis dapat disusun menjadi tiga siklus
transaksi utama:
- Siklus Pemerolehan/pembelian
- Siklus Konversi
- Siklus Pendapatan
PENGIDENTIFIKASIAN KEJADIAN DALAM PROSES
BISNIS
Pedoman Mengakui Kejadian
1.
Kenali
kejadian pertama dalam suatu proses ketika seseorang atau suatu departemen dalam
sebuiah organisasi menjadi bertanggung jawab terhadap suatu aktivitas.
2.
Abaikan
aktivitas yang tidak memerlukan keikutsertaan suatu agen internal.
3.
Kenali
suatu kejadian baru ketika tanggung jawab dipindahkan dari satu agen internal
le agen yang lain
4.
Kenali
kejadian baru ketika suatu proses sudah disela/diinterupsi dan dilanjurkan
kemudian oleh agen internal yang sama. Setelah interupsi, seseorang diluar
organisasi atau prose situ mungkin memulai proses tersebut. Sebagai alternative,
prose situ dapat dilanjutkan pada suatuwaktu yang sudah dijadwalkan.
5.
Gunakan
satu nama kejadian dan uraian yang mencerminkan sifat umum dari kejadian itu.
PENGORGANISASIAN DATA DALAM SIA
Sistem Manual untuk Siklus Pendapatan dan Buku
Besar;
1.
Kejadian
yang mempengaruhi buku besar
2.
Pengorganisasian
data dengan menggunakan dokumen sumber, jurnal, dan buku besar.
JENIS JENIS FILE DAN DATA
Dua
jenis penting dari file data adalah: nfile induk dan file transaksi.
1.
File Induk
Ciri
ciri file induk;
- File induk menyimpan data
yang relative permanen. Contohnya:
a. File persediaan
b. File pelanggan
c. File karyawan
- File induk tidak menyediakan
perincian mengenai transaksi individual
- Data yang disimpan dapat
memiliki karakteristik sebagai data acuan maupun data ringkasan.
a. Data acuan adalah data
deksriptif yang relative permanen dan tidak diperngaruhi oleh transaksi.
b. Data ringkasan diubah ketika
kejadian, seperti pesanan dan pengiriman terjadi.
SIA
biasanya berisi file induk mengenai tiga jenis entitas: barang dan jasa, agen
agen eksternal, dan agen agen internal.
2.
File Transaksi
Cirri
cirri file transaksi :
- File transaksi menyimpan
data tentang kejadian. Contoh:
a. Pesanan
b. Pengiriman
c. Penagihan kas
- File transaksi biasanya
mencakup suatu field untk tanggal transaksi.
- File transaksi biasanya
mencakup informasi kuantitas dan harga.
- Ingat bahwa kejadian
berlangsung dalam suatu urutan tertentu di dalam siklus pendapatan dan
pemerolehan.
KEJADIAN DAN AKTIVITAS
Tiga
jenis aktivitas yang akan membantu memahami SIA:
- Pencatatan
- Pembaruan
- Pemeilharaan file
BAB 3; MENDOKUMENTASIKAN SISTEM AKUNTANSI
Diagram Aktivitas UML
Diagram
aktivitas UML dan peta mempunyai beberapa karakteristik umum, yaitu:
- Peta maupun diagram
aktifitas menyediakan representasi informasi grafis yang lebih mudah dipahami
dibandingkan dengan urutan naratif
- Diagram aktivitas
menggunakan lambing standar untuk menunjukksn berbagai unsur dari suatu proses
bisnis.
- Peta dan diagram aktivitas
dibuat oleh ahlinya tapi tetap bisa dibaca oleh para pemakai dengan sedikit
pelatihan
- Dapat menyediakan gambaran
tingkat tinggi, seperti halnya juga yang tingkat rendah.
Overview Activity Diagram dan Diagram Detailed
Activity
Organisasi
diagram aktivitas ada dua jenis, yaitu:
- Overview Diagram : menyajikan suatu pandangan tingkat tinggi
dari proses bisnis dengan mendokumentasikan kejadian kejadian penting, urutan
uirutan kejadian, dan aliran informasi antar kejadian
- Detailed Diagram: sama dengan peta dari sebuah kota,
menyediakan suatu penyajian yang lebih detail dari aktivitas yang berhubugan
dengan satu atau dua kejadian yang ditunjukkan pada overview diagram
BAB 4; MENGIDENTIFIKASI RESIKO DAN
PENGENDALIAN DALAM PROSES BISNIS
Pengendalian Internal dan Peran Akuntan
Pengendalian internal adalah suatu
proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel
lainnya yang dirancang untuik memberikan kepastian yang beralaskan terkait
dengan pencapaian sasaran katagori sebagai berikut: evektifitas dan efesiensi
operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan ketaatan terhadap hokum dan
peraturan yang berlaku. Berikut merupkan sebagian pemahaman yang baik mengenai
pengendalian internal:
- Tanggung jawab manajer atas
pengendalian internal mengharuskan manajemen untuk membuat sebuah
pertanyaan yang menjelaskan dan menilai
system pengendalian internal perusahaan.
- Pengguna juga harus memahami
pengendalian internal perusahaan
sehingga dapat diterapkan dengan tepat.
- Akuntan juga memiliki peran
penting sebagai perancang prosedur pengendalian internal yang mendorong
ketaatan terhadap peraturan dan sasaran perusahaan.
- Auditor internal dan auditor
eksternal harus memahami system pengendalian internal. Auditor internal
memainkan peran oenting dalam mengembangkan laporan manajemen. Auditor
eksternal memahami pengendalian internal
Kerangka Kerja dalam Mempelajari Pengendalian
Internal : Komponen dan Sasaran Pengendalian Internal
1.
Komponen Pengendalian Internal
2.
Sasaran Pengendalian Internal, mencakup:
- efektivitas dan efesiensi operasi
- Keandalan pelaporan keuangan
- Ketaatan terhadap hokum dan
peraturan yang berlaku.
Penentuan Resiko
1.
Penentuan Resiko Pelaksanaan: Siklus
Pendapatan
Resiko pelaksanaan mencakup resiko tidak
tepatnya pelaksanaan transaksi.
2.
Penentuan Resiko Pelaksanaan: Siklus
Pemerolehan
3.
Peneitian Resiko Sistem Informasi, meliputi :
- Pencatatan resiko
- Memperbarui resiko
- Memvisualisasikan resiko
pencatatan dalam system informasi terkomputerisasi
- Mengidentifikasi resiko
pembaruan
-
Pencatatan dan Pembaruan di Sistem Buku Besar
1.
Resiko
dalam Mencatat dan Memperbarui Informasi padqa Sistem Buku Besar
Salah satu resiko adalah bahwa akun buku besar
salah dicatat dan bahwa jumlah debit kredit
bisa saja salah.
2.
Resiko
Pengendalian
Evaluator
harus memperhatikan cara cara untuk mengendalikan resiko. Perusahaan biasanya
meminta bantuan akuntan, auditor ksternal, atau auditor internal untuk
mengevaluasi pengendalian dan meminta pendapat pengendalian tambahan jika
diperlukan.
Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah
kebijakan dan prosedur yang dikembangkan oleh organisasi untuk menghadapi
resiko dalam rangka mencapai tujuan organsisasi.
1.
Pengendalian Arus Kerja
- Pemisah Tugas
- Penggunaan Informasi Mengenai Kejadian sebelumnya untuk
Mengendalikan Aktivitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar